About

Analisis puisi W.S Rendra

Analisis puisi W.S Rendra, ini disimbolkan dengan seekor burung RajaWali yang mempunyai karakteristik Pemberani, tak kenal menyerah dan pantang mundur, dalam admin ini mencoba mengeupas tentang hal tersebut yaitu Sajak Rajawali.

 keberaniannya memberikan sebuah inspirasi dalam memperjuangkan Hak-hak yang telah dirampasnya, untuk lebih jelasnya tentang Analisis Puisi Sajak Rajawali Karya W.S.Rendra.

Sajak Rajawali
Sebuah sangkar besi
tidak bisa mengubah seekor rajawali
menjadi seekor burung nuri
Rajawali adalah pacar langit
Dan di dalam sangkar besi
rajawali merasa pasti
bahwa langit akan selalu menanti
Langit tanpa rajawali
adalah keluasan dan kebebasan
tanpa sukma
Tujuh langit, tujuh rajawali.
Tujuh cakrawala, tujuh pengembara.
Rajawali terbang tinggi
memasuki sepi
memandang dunia.
Rajawali di sangkar besi
duduk bertapa
mengolah hidupnya.
Hidup adalah merjan-merjan kemungkinan
yang terjadi dari keringat matahari.
Tanpa kemantapan hati rajawali
mata kita hanya melihat fatamorgana.
Rajawali terbang tinggi
membela langit dengan setia.
dan ia akan mematuk kedua matamu.
Wahai, kamu, pencemar langit yang durhaka!

1. Pembacaan Heuristik
Bait ke-1
            Sebuah sangkar ( terbuat dari) besi tidak akan bisa mengubah seekor (burung) rajawali 
( besar dan kuat) menjadi seekor burung nuri ( kecil dan lemah)
Bait ke-2
            (Burung) rajawali adalah (bagaikan) pacar (bagi) langit. Dan dalam sangkar( terbuat dari) besi (burung) rajawali merasa pasti bahwa langit ( bagaikan pacar ) akan selalu menanti (kedatangan dirinya atau rajawali)
Bait ke-3
            Langit (yang) tanpa (ada burung) rajawali (di dalamnya) adalah (bagaikan) keluasan dan kebebasan (yang) tanpa (ada) sukma (nya). (Jika ada) tujuh (burung) rajawali, (baginya ada) tujuh langit. (Jika ada) tujuh pengembara, (baginya ada) tujuh cakrawala.
Bait ke-4
            (Burung) rajawali (yang) terbang tinggi (akan) memasuki (tempat atau daerah yang) sepi (dan dari sana ia dapat) memandang dunia. (Seekor burung) rajawali (yang dikurung) di sangkar (yang terbuat dari)  besi (bagaikan orang yang) duduk bertapa (untuk) mengolah (jiwa dalam [ke] hidup [an]) nya.
Bait ke-5
            (Ke)hidup (an ini) adalah (bagaikan) merjan-merjan (atau manik-manik dari berbagai) kemungkinan yang (seakan-akan) terjadi dari (tetesan) keringat matahari. (Jika dalam hidup) manusia tanpa memiliki mata (hati) kita (seakan-akan) hanya melihat fatamorgana (sesuatu yang tampaknya ada, namun sesungguhnya tiada).
Bait ke-6
            (Burung) rajawali (yang sedang) terbang tinggi (berarti ia sedang) membela langit dengan (penuh ke) setia (an). Dan ia (burung rajawali itu) akan mematuk kedua matamu, wahai kamu (para) pencemar langit yang durhaka (kepada langit)!

2. Pembacaan Hermeneutik
Berikut ini adalah pembacaan hermeneutik puisi Sajak Rajawali.
Bait ke-1
Penjara (sangkar besi) atau pun bentuk-bentuk larangan, pembatasan ruang gerak dan pikir, serta bentuk-bentuk pengekangan yang lain tidak akan memberhentikan seorang pejuang dalam merebutkan hak mereka.
Jika seorang pejuang kemanusiaan dimasukkan penjara, atau dicekal oleh penguasa (pemilik sangkar besi) dia tidak akan berubah menjadi orang yang lemah (seperti burung nuri).
Bait ke-2
Pejuang sejati (rajawali) aka selau dinantikan oleh mereka-mereka yang dianggap sebagai pacar/kekasihnya karena secara kodratiseorang pejuang akan memberikan dampak perubahan dan kebebasan yang ertanggung jawab(Langit) walaupun seorang pejuang didalam penjara akan bersikap optimis bahwa suatu kemudian hari akan menemukan suatu kebebasan yang diperjuangkannya. disamping itu didalam perjuangannya akan ada seorang menanti layaknya seorang kekasih.
Bait ke-3
Akan tetapi, jika kebebasan itu (langit) ada sedangkan tidak ada satu orangpun yang memperjuangkan dengan semangat tinggi. karena selau terbentuk dan terciptanya sebuah kesempatan disetiap langkahnya(Tujuh langit, tujuh rajawali. Tujuh cakrawala, tujuh pengembara).
Bait ke-4
Seorang pejuang kebebasan (rajawali) biasanya berusia muda atau setidak-tidaknya berjiwa muda, punya idelisme tinggi (terbang tinggi), suka berkontemplasi, merenung (memasuki sepi). Dengan demikian, ia akan mendapat pencerahan jiwa, mampu menangkap hakekat hidup dan kehidupan (memandang dunia). Oleh karena itu, setiap individu hendaknya menentukan kebebasannya dalam suatu kekangan(sangkar besi)

Bait ke-5
Kehidupan manusia ini sesungguhnya penuh dengan kemungkinan-kemungkinan yang baik (merjan-merjan) yaitu berupa keberhasilan atau kesuksesan. Kesuksesan merupakan hasil usaha keras dengan memeras keringat (terjadi dari keringat matahari) dalam diri kita sendiri oleh karena itu kita harus pandai-pandailah mencari kesempatan dalam menentukan kesuksesan
Bait ke-6
Seorang pemuda yang punya idealisme tinggi (terbang tinggi) akan selalu konsisten (setia) dalam memperjuangkan kebebasan (membela langit) dan dia akan membuktikan kepadamu (mematuk kedua matamu) bahwa ia dapat memperoleh apa yang diperjuangkannya, wahai, kamu, (orang-orang )yang selalu menghalang-halangi pemuda yang memperjuangkan kebebasan/kemerdekaan (pencemar langit yang durhaka).
eSWe Sidi, 2013

No comments: