About

Analisis Puisi Pergi ke Bulan Naik Dokar

Analisis Puisi' Pergi ke Bulan Naik Dokar Merupakn edisi terakhir dari Sindhunata KUMPULAN Air Kata-kata, semoga dari postingan admin ini dapat bermanfaat dalam menentukan sebuah referensi tentang Analisis Puisi, tidaklah komplit ketika hanya membaca saja tanpa melangkap ketahap penafsiran, memang sudah banyak posting yang mempresentasikan sebuah Analisis Puisi, akan tetaapi admin ini tetp melakukan postingan dikarenakan kecintaannya terhadap Puisi.

Puisi Pergi ke Bulan Naik Dokar
Gambar yang terdapat di dalam potongan teks puisi di bawah ini dapat diasumsikan sebagai kesederhanaan dan kebersahajaan hidup (digambarkan sebagai sosok wanita Jawa (di dalam teks puisi bernama Tulkiyem) yang berpakaian kebaya dan wajahnya tanpa polesan make up atau kosmetik. Namun, dengan kesederhanaan dan kebersahajaan tersebut memiliki daya pikat yang luar biasa.
Hal tersebut dapat diartikan sebagai keberhasilan yang diraih dengan kemampuan yang seadanya (dengan cara sederhana) dan cerdas (tepat guna dan daya guna) sehingga hasil yang diinginkan dapat tercapai dengan baik bahkan lebih baik dari yang diharapkan.


 
Hal tersebut juga dapat diketahui dari kata-kata di dalam potongan teks puisi di bawah ini. Kata-kata yang dapat menunjukkannya adalah Tulkiyem aku memujamu dalam syairku, buatlah aksara-aksara wangi dengan kekuranganmu,  indah dengan kemiskinanmu, mulia dengan kehinanmu (menjadikan hal yang tidak mungkin atau mustahil menjadi mungkin atau tidak mustahil melalui kekurangan dan kesederhanaan yang dimiliki). 

 Hal serupa dapat diketahui dari kata-kata yang terdapat di dalam potongan teks puisi di bawah ini. Kata-kata yang dapat menunjukkannya adalah Kau bukan dewa yang bisa terbang, Namun aku yakin Tulkiyem bersamamu aku bisa pergi ke bulan, walau hanya dengan naik dokar (menjadikan kesederhanaan dan kebersahajaan Tulkiyem sebagai inspirasi untuk mencapai keberhasilan hidup yang diinginkan).
Jika dilogika/dinalar pergi menuju ke bulan dengan naik dokar (kendaraan tradisional yang ditarik oleh kuda) sangat mustahil. Namun, puisi Pergi ke Bulan Naik Dokar memberikan semangat, motivasi atau inspirasi kepada orang lain bahwa hal-hal yang besar dan luar biasa sebenarnya dimulai dari hal-hal yang kecil dan dianggap sepele (jika ingin berhasil maka harus berusaha untuk mewujudkanya).
Perumpamaan yang biasanya dipakai untuk menyebut hal tersebut adalah sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit (hal yang besar diawali dengan hal-hal yang kecil dahulu, usaha-usaha untuk hal kecil tersebut dapat menjadi hal besar di suatu hari nanti jika ditekuni atau dilakukan terus menerus secara bersungguh-sungguh). Untuk mendapatkan hal besar tidak perlu dengan bersikap berlebihan tetapi semampu dan seadanya saja (efektif dan efisien).



Sikap yang tidak berlebihan menjadikan seseorang tidak merasakan sangat gagal jika usaha untuk mencapai yang diinginkannya belum (membawa) hasil. Jika berhasil hendaknya disikapi secara biasa dan tidak berlebih-lebihan, jika belum berhasil pun dianggap biasa, wajar dan tidak berlebih-lebihan juga (sebab Tuhan tidak menyukai manusia yang berlebih-lebihan) seperti perumpamaan berhasil ya Alhamdulilah tidak berhasil ya Alhamdulilah (berhasil terima kasih dan dianggap sebagai berkah, tidak berhasil ya tidak masalah). 



Hal tersebut dapat diketahui dari kata-kata di dalam potongan teks puisi di bawah ini. Kata-kata yang dapat menunjukkannya adalah Tulkiyem aku mau menikmati hidupmu yang biasa (menjadikan kesederhanaan dan kebersahajaan sebagai inspirasi yang diterapkan ke dalam diri sendiri), Kalau ada keindahan memancar darinya biar ia menjelma ke dalam syair-syairku (berharap kesederhanaan dan kebersahajaan dapat memotivasi keberhasilan di dalam hidup agar mengingatkan untuk tidak berlaku berlebih-lebihan), Kalau tak ada juga keindahan itu biarlah syair-syairku menjadi kisah hidup yang biasa saja, Sampai ke bulan atau tidak aku tidak tahu.
Gambar dan teks puisi di dalam puisi Pergi ke Bulan Naik Dokar saling terikat dan terkait untuk menunjukkan adanya usaha seseorang untuk menjadikan hidupnya berhasil dengan melihat dan terinspirasi dari kesederhanaan dan kebersahajaan orang lain. Tuhan tidak menyukai umat yang berlebihan sebab berlebih-lebihan merupakan suatu sikap yang dapat merugikan diri sendiri jika hal-hal atau sesuatu yang diinginkan tidak dapat dicapai akan membuat frustasi dan tertekan diri seseorang.
Tidak ada  sesuatu yang mustahil di dunia ini untuk diwujudkan jika diusahakan secara maksimal. Hal-hal yang besar yang terjadi di dunia ini merupakan hasil dari hal-hal kecil yang telah dikerjakan untuk mencapai hal-hal besar tersebut.

No comments: