About

Analisis Puisi Warta Kehidupan di Atas Bukit Golgota

 Analisis puisi, berkarya bukan berarti harus menciptakan sesuatu yang ada, akan tetapi meberikan penilaian baik kritik dan saran itu juga bagian dari bentuk kepedulian terhadap dunia sastra khususnya dunia Analisis puisi. meneliti sebuah karya yang sudah jadi selain mencari makan yang terkandung, juga memberi manfaat kepada orang tersebut yang mau dan ingin mencari pesan-pesan yang ada didalamnya
contoh analisis puisi, kumpulan puisi ini dikelompokan menjadi satu menjadi Contoh analisis puisi, yang mana dapat memberikan manfaat bagi kaum yang menggeluti dunia Analisis puisi.


Puisi Warta Kehidupan di Atas Bukit Golgota
Di dalam potongan teks puisi di bawah ini dapat diketahui adanya kabar bahwa Tuhan hidup lagi setelah mati disalib di atas Bukit Golgota (tempat Yesus disalib) melalui jiwa dan perbuatan baik umat manusia yang telah ditebus dosanya. Di dalam kitab orang Katolik disebutkan bahwa tempat penyaliban Yesus berada di Bukit Portofino sedangkan di dalam Kristen Yesus disalibkan di Bukit Golgota.
Hal tersebut dapat diketahui dari kata-kata di dalam potongan teks puisi di bawah ini. Kata-kata yang dapat menunjukkannya adalah Kau harus dibunuh supaya manusia menjadi manusia adi (Tuhan harus mati untuk menebus dosa manusia agar manusia menjadi suci kembali, manusia dapat membalas pengorbanan Yesus dengan cara berbuat kebaikan selama hidupnya).
Kematian Yesus adalah demi membangkitkan semangat hidup umat manusia agar dapat menjalani kehidupannya dengan berbuat baik pada dirinya sendiri, orang lain, dan alam di sekitarnya. Dengan begitu kehidupan akan mejadi damai sejahtera. Perbuatan baik merekalah yang nantinya menentukan manusia mendapatkan balasan berupa hidup bahagia sejahtera di surga atau hidup menderita di dalam neraka untuk selama-lamanya (karena tidak mau melakukan kebaikan dan mengikuti bujukan setan untuk berbuat kejahatan).




Gambar yang terdapat di dalam potongan teks puisi di bawah ini jika diperhatikan secara seksama dapat diasumsikan sebagai simbol kematian. Di dalam gambar tersebut terlihat adanya seseorang yang telah meninggal di masukkan peti mati. 

Gambar yang terdapat di dalam potongan teks puisi Warta Kehidupan di Atas Bukit Golgota di atas dapat diasumsikan sebagai kebangkitan Yesus dari kematiannya yang telah disalib untuk menebus dosa umat manusia melalui jiwa dan perbuatan manusia.

No comments: