About

ciri-ciri puisi angkatan 45

 

Ciri Karya Sastra Angkatan 45

bagi teman-teman yang belum mengerti dan mengetahui tentang Ciri-cir Sastra Angkatan 45, disinilah tempatnya, semoga dalam postingan kali ini lebih bermanfaat dan menambah pengetahuan kita dalam Sastra Angkatan 45,

  • terbuka, 
  • pengaruh unsur sastra asing lebih luas dibandingkan angkatan sebelumnya,
  • bahasanya realis dan naturalis, tidak menggunakan bahaa romantis
  • pengarangnya terlihat menonjol individualis
  • berisis tentang sebuah pemberontakan untuk merubaha keadaan yang lebih baik, atau protes
  • penghematan kata dalam karya,
  • lebih ekspresif dan spontan,
  • terlihat sinisme dan sarkasme,

Tokoh-Tokoh Sastra Angkatan 45

Beberapa sastrawan yang menjadi motor dan pelopor Angkatan 45, di antaranya sebagai berikut.

a. Chairil Anwar
Lahir di Medan, 26 Juli 1922, dan meninggal di Jakarta, 28 April 1949. Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda, dan bahasa Jerman. Karya sastranya dipengaruhi oleh sastrawan dunia yang dia gandrungi, seperti Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron.

b. Asrul Sani
Lahir di Sumatra Barat, 10 Juni 1926, dan meninggal di Jakarta, 11 Januari 2004. Kiprahnya sangat besar pada dunia film Indonesia. Banyak menerjemahkan karya sastrawan dunia seperti: Vercors, Antoine de St-Exupery, Ricard Boleslavsky, Yasunari Kawabata, Willem Elschot, Maria Dermount, Jean Paul Sartre, William Shakespeare, Rabindranath Tagore, dan Nicolai Gogol.

c. Rivai Apin
Lahir di Padang Panjang pada 30 Agustus 1927, dan wafat di Jakarta, April 1995. Pernah menjadi redaktur Gema Suasana, Siasat, Zenith, dan Zaman Baru. Keterlibatannya dalam Lekra  menyebabkan dia ditahan dan baru dibebaskan tahun 1979.

d. Idrus
Lahir di Padang, 21 September 1921, dan 18 Mei 1979. Sastrawan dunia yang ia sukai: Anton Chekov, Jaroslov Hask, Luigi Pirandello, dan Guy de Maupassant. Pada masa Lekra, Idrus memutuskan pindah ke Malaysia karena tekanan lembaga tersebut.

e. Achdiat Karta Mihardja
Lahir di Jawa Barat, 6 Maret 1911, dan meninggal di Canberra, Australia, 8 Juli 2010. Kiprahnya guru Taman Siswa, redaktur Balai Pustaka, Kepala Jawatan Kebudayaan Perwakilan Jakarta Raya, dan dosen Fakultas Sastra UI.

f. Trisno Sumardjo
Lahir 1916, dan meninggal 21 April 1969. Selain sebagai sastrawan, dikenal juga sebagai pelukis.

g. Utuy Tatang Sontani
Lahir di Cianjur, 1 Mei 1920 , dan meninggal di Moskwa, 17 September 1979. Ia adalah utusan dalam Konferensi Pengarang Asia-Afrika di Tashkent, Uzbekistan, 1958. Utuy mengajar Bahasa dan Sastra Indonesia di Moskwa.

Karya Sastra Angkatan 45

Beberapa karya sastra yang dihasilkan angkatan 45, di antaranya adalah sebagai berikut.
  • Kerikil Tajam (Chairil Anwar, 1949)
  • Deru Campur Debu (Chairil Anwar, 1949)
  • Tiga Menguak Takdir (Asrul Sani, Rivai Apin dan Chairil Anwar, 1950)
  • Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma (Idrus, 1948)
  • Atheis (Achdiat K. Mihardja, 1949)
  • Katahati dan Perbuatan (Trisno Sumardjo, 1952)
  • Suling (Utuy Tatang Sontani, 1948)
  • Tambera (Utuy Tatang Sontani, 1949)
kemerdekaan. Pelopor Angkatan 45 pada bidang puisi adalah Chairil Anwar, sedangkan pelopor Angkatan 45 pada bidang prosa adalah Idrus. Karya Idus yang terkenal adalah Corat-Coret di Bawah Tanah
pelopor Angkatan 45 (essai) karya H.B.Jassin, dan sebagainya
Karya Angkatan 45 memiliki kedekatan yang intim dengan realitas politik. Ini sangat berbeda dengan Angkatan Pujangga Baru yang cenderung romantik-idealistik. Lahir dalam lingkungan yang sangat keras dan memprihatinkan, karya sastra Angkatan 45 memiliki ciri sebagai berikut:

No comments: