About

Analisis Puisi Leng Ji Leng Beh

Analisis Puisi, inilah dunia Puisi yang mana didalamnya tidak terdapt sebuah kata-kata manis ataupun sebuah ungkapan pujian,,,akan tetapi sikap dan kata kasar juga terlontarkan,,, akan tetapii jangan mengambil dari kata-kata yang tertulis didalamnya, tetapi lihat kandungan makna didalam sebuah kata tersebut seperti dalam Analisis Puisi ini yang selalu bersikap kritis, begitu juga admin ini gan...yang selalu beruah mendalami tentang dunia Sastra walaupun masih tahap pembelajaran mengenai Contoh Analisis Puisi. semoga bermanfaat apa yang admin postingkan,,,SALAM BUDAYA!!!11

Puisi Leng Ji Leng Beh
Gambar yang terdapat di dalam potongan teks puisi di bawah ini dapat diasumsikan sebagai sifat jahat manusia yang menyerupai binatang celeng. Binatang tersebut biasanya identik dengan sifat buruk (pembohong, sombong, tamak, serakah atau rakus, dan sebagainya) manusia. Biasanya binatang celeng dijadikan istilah untuk misuh atau memaki-maki (kata-kata makian). Misalnya untuk mengatakan sifat serakah orang dikatakan rakus/serakah seperti celeng.


Tipografi di dalam potongan teks puisi di bawah ini dapat diasumsikan sebagai sifat celeng (jahat) di dalam diri manusia yang suka melakukan hal-hal tersecela. Hal tersebut juga dapat diketahui dari kata-kata Celeng dhegleng ngroweng (membicarakan keburukan orang lain atau suka menggunjing), celeng dhegleng ledeng (tidak tahu malu dan serakah), dan celeng ngeceng nyleweng (tidak dapat dipercayai, tukang bohong atau penipu). 

Di dalam potongan teks puisi di bawah ini dapat diketahui guna daging celeng untuk makanan (konsumsi) manusia. Daging celeng dapat dimasak menjadi berbagai masakan bercita rasa khas dan lezat tetapi efek dari daging celeng tidak baik bagi kesehatan (selain dilarang untuk dimakan oleh agama, terutama agama Islam) sebab mengandung zat-zat membahayakan bagi tubuh manusia (seperti efek yang ditimbulkan daging babi, karena di dalam tubuh daging babi terdapat cacing pita yang berbahaya bagi kesehatan manusia, cacing pita tersebut tidak dapat mati meski sudah dimasak dengan suhu tinggi dan dalam waktu yang sangat lama).
Beragam masakan tersebut dapat diketahui dari kata-kata di dalam potongan teks puisi di atas. Kata-kata yang dapat menunjukkannya adalah oseng-oseng celeng, sambel goring celeng, krecek dhendeng celeng. Oleh karena itu sifat jahat di dalam diri seseorang (yang digambarkan sebagai celeng) harus dihindarkan. Cara untuk menghilangkan sifat jahat tersebut adalah dengan membunuhnya. Hal tersebut dapat diketahui dari kata-kata di dalam potongan teks puisi di bawah ini. Kata-kata yang dapat menunjukkannya adalah ngeneng-ngeneng celeng (sifat celeng ditangkap kemudian dibunuh). Kata-kata Leng Ji Leng Beh merupakan singkatan dari celeng siji celeng kabeh (celeng satu celeng semua; semuanya seperti celeng)



Sifat baik dan jahat manusia (yang digambarkan sebagai celeng) tidak dapat diketahui dengan jelas sebab kepandaian menipu atau mengelabui yang diidentikkan oleh kepandaian celeng dalam hal mengelabui mangsanya. Pada dasarnya semua manusia mempunyai sifat (jahat) celeng. Hal tersebut dapat diketahui dari kata-kata di dalam potongan teks puisi di bawah ini. Kata-kata yang dapat menunjukkannya adalah Sing apik dhewe celeng, Sing ayu dhewe celeng, Sing bagus dhewe celeng, Kabeh uwong celeng, Ora ana sing ora celeng.

Gambar dan teks puisi di dalam puisi Leng Ji Leng Beh saling terikat dan terkait untuk menunjukkan adanya sifat jahat manusia (yang digambarkan sebagai celeng) ada di dalam diri semua orang. Namun tingkat tinggi dan rendahnya sifat jahat tersebut tergantung pada pengendalian dirinya untuk tidak melakukan kejahatan.

No comments: