About

Puisi Sapardi Djoko Damono Perahu Kertas

Analisis Struktural Puisi “Perahu Kertas” Sapardi Djoko Damono

admin ini mencoba meberikan sedikit pengetahuan mengenai Analisis Puisi Perahu kertas, selain mempelajari puisi Sapardi Djoko Damono Juga masih banyak Sastrawan lain yang di analisis baik segi Struktural maupun yang lainnya, simak saja beberapa Contoh Analisis puisi. akan tetapi dalam kesempatan ini mencobamemprenrtasikan hasil dari sebuah analisis dengan judul Perahu Kertas, semoga bermanfaat dan selamat belajar!!!!

Analisis Puisi Sapardi Djoko Damono

PERAHU KERTAS


Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas
dan kaulayarkan di tepi kali; alirnya sangat tenang,
dan perahumu bergoyang menuju lautan.
“Ia akan singgah di Bandar-bandar besar,” kata seorang
lelaki tua. Kau sangat gembira, pulang dengan
berbagai gambar warna-warni di kepala. Sejak itu
kau pun menunggu kalau-kalau ada kabar dari
perahu yang tak pernah lepas dari rindumu itu.
Akhirnya kaudengar juga pesan si tua itu, Nuh, katanya,
“Telah kupergunakan perahumu itu dalam sebuah
Banjir besar dan kini terdampar di sebuah bukit”

1. Unsur fisik 

a.Kata Bunyi
rima  sekaliigus asonansi Dalam puisi “Perahu Kertas” terdapat pada bait pertama baris pertama sebagai berikut : Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas. sedangkan Pada bait pertama baris ketiga terdapat rima dalam sekaligus aliterasi : dan perahumu bergoyang menuju lautan. sedikit uuraian mengenai Unsur fisik pada puisi Perahu kertas.

b.  Kata
Dalam puisi “Perahu Kertas” juga terdapat sebuah lambang sebagai berikut:
  • Waktu masih kanak-kanak kau; me(m);buat perahu kertas 
  • kaulayarkan; (di); tepi kali; alirnya sangat tenang, 
  • perahumu (ber);goyang me(n);tuju laut;(an). 
  • Ia akan singgah (di); Bandar-bandar besar,” kata seorang lelaki tua. 
  • Kau sangat gembira, pulang dengan (ber);bagai gambar warna-warni (di); kepala. 
  • Sejak itu kau pun me(n); 
  • Banjir besar dan kini (ter);dampar (di); sebuah bukit”
Terdapat juga simbol, yaitu:
  • dan perahumu bergoyang menuju lautan→ natural symbol 
  • dan kaulayarkan di tepi kali; alirnya sangat tenang→ natural symbol 
  • Telah kupergunakan perahumu itu dalam sebuah banjir besar dan kini terdengar disebuah bukit”→ natural symbol

didalam puisi ini juga menggunakan majas sebagai berikut:

  • Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas = majas alusio, 
  • Telah kupergunakan perahumu itu dalam sebuah banjir besar dan kini terdampar di sebuah bukit” (mengandung makna ketulusan dan keikhlasan lewat sikap seorang anak dan Nabi Nuh ketika menyelamatkan umat manusia dari banjir besar) = Majas Metafora



2. lapis makna
a.       Sense
didalam puisi “Perahu Kertas” menggambarkan sebuah tingkat keimananseseorang terhadap Tuhan yaitu mengenai tingkat ketulusan dan keikhlasan . seperti parafrase puisinya sebagai berikut:

Waktu masih kanak-kanak kau membuat perahu kertas
dan kaulayarkan di tepi kali yang alirnya sangat tenang,
dan perahumu bergerak menuju lautan.

“Ia akan berhenti di tempat-tempat mana pun,” kata seorang lelaki tua. Kau sangat gembira dan pulang dengan segala sesuatu yang didapat. Sejak itu kau pun menunggu kabar dari perahu yang tak pernah lepas dari rindumu itu.
Akhirnya kau mengetahui bahwa Nuh telah mempergunakan perahumu dalam sebuah
banjir besar dan kini terdampar di sebuah bukit. 
b.      Subject matter
Puisi ini menggambarkan sebuah watak manusia didunia dalam mencari keridhoan Allah dengan rasa tulus dan ikhlas dan hal ini digambarkan melalui sikap seorang anak yang menunggu kabar dari perahu yang tak pernah lepas dari rinduMu dan sikap seorang anak dan Nabi Nuh bahwa perahu kertasnya telah dipergunakan untuk menyelamatkan semua makhuk hidup dan juga manusia dari banjir besar.

No comments: